alkisah di suatu negeri antah berantah di nirwana sana (bukan di bukit nirwana residence), seorang laki-laki bernama dead_cobain sedang naik mobil dengan seorang wanita seksi seperti Ayu Azhari tapi beda-beda tipis lah. Kedua sejoli yang sedang dimabuk duren ini bercengkrama dengan mesranya sepanjang jalan kenangan…eh maksudnya sepanjang jalan ke rumah si cewek. Ketika sedang asyiknya bermabuk ria karena kentut (ga’ ada yang ngaku kalo ada yang mengeluarkan bau busuk rasa duren) tiba-tiba terdemgar suara “pppprrriiitttt”…langsung aja si dead_cobain menginjak sepatunya yang menempel di pedal rem dengan refleks yang luar biasa seperti Bruce Lee meng-KO-kan lawannya dengan tendangan Jet Kun Do nya…alhasil mobil pun berhenti dengan rasa “deg-deg-an” karena kaget. Terjadilah dialog antara dua makhluk nirwana, yaitu Pak Pulis Lalu Lalang dengan dead_cobain.
Pak Pulis Lalu Lalang : “Selamat Malam Pak” (sambil memberi hormat)…”bisa liat surat-suratnya” (sambil menunjukkan muka memelas)
Dead_Cobain: “Malam Pak” (dengan rasa was-was dan mimik ketakutan)…”mohon ma’af Pak Pulis…kita belum menikah jadi belum ada surat-suratnya” (dengan ketakutan takut dituduh kumpul meong)
Si Cewek : “Bener koq Pak…kita belum nikah” (sambil tersenyum sumringah dan terlihat kawat giginya yang modelnya kaya kawat pagar yang dijual di material deket rumah)
Pak Pulis Lalu Lalang: “Bukan itu maksud saya!” (dengan muka sedikit emosi…makanya cuman dikasih tandaseru atu aja”
Dead_Cobain: “Saya juga ga’ bermaksud apa-apa koq ama cewek saya Pak” (dengan mimik muka orang tak bersalah sambil menahan kentut yang pengen keluar akibat kebanyakan makan duren)…”Sumpah loh…Pak” (sambil masang gaya alay-alay yang suka ada di acara musik tiap pagi di tipi-tipi nirwana)
Si Cewek: “bener loh Pak…cowok saya orang baik-baik” (sambil memanyunkan bibir ala cewek-cewek kalo lagi di foto…tinggal di uplot aja ke fesbuk)
Pak Pulis Lalu Lalang: “Aduh…kamu susah dibilanginnya ya!!” (emosi naik ke level 2 maka tanda serunya jadi 2)
Dead_Cobain: “Emang Bapak mau bilangin apa ya Pak?” (belagak bego padahal emang bego sambil ngupil berharap menemukan intan yang sudah bertahun-tahun terpendam di dalam lubang hidung )
Pak Pulis Lalu Lalang: “Aduh…jadi pusing pala saya!!!” (sambil lepas topi garuk-garuk kepala yang mulai botak digerogoti nyamuk dan emosi meningkat ke level 3 makanya tanda serunya jadi 3)
Dead_Cobain: “waduh…koq jadi pusing sich Pak…emangnya belum makan?” (sambil menunjukkan rasa empati kepada Pak Pulis)
Pak Pulis Lalu Lalang: “Aduh kalian ini!!!!” (sambil nepok pipi karena ada kecoa yang terbang ke pipinya Pak Pulis…emosi pun naik ke level 4)
Dead_Cobain dan Si Cewek (secara serempak): “kenapa Pak…pusingnya nambah ya” (mulut sambil nganga dan keluarlah aroma duren yang baunya minta ampun)
Pak Pulis Lalu Lalang: “Aaaahhhh…” (berteriak sekeras-kerasnya….mungkin kakinya digigit anjing kali ya???)…”Sudah pergi sana!!!!” (sambil minggir dari mobil dengan rasa dongkol yang paling dalam)
Dead_Cobain dan Si Cewek: “Selamat malam ya Pak Pulis…jangan lupa minum obat pusing ya…bye…” (sambil tersenyum sumringah dengan aroma bau duren yang kuat dan melambaikan tangan ke Pak Pulis)
Pak Pulis Lalu Lalang:????? (tak berkata sepatah katapun hanya mengayunkan tongkatnya untuk mengarahkan agar si Dead_Cobain cepat pergi)
Mobil pun berlalu dari tempat Pak Pulis Lalu Lalang dan didalam mobil Dead_Cobain pun bertanya pada Si Cewek.
Dead_Cobain: “Tadi kita diberhintiin karena apa ya?” (sambil garuk-garuk hidung karena ada intan yang menempel di ujung hidungnya)
Si Cewek:”Gak tau tuch…” (sambil manyun)
Dan kedua sejoli ini pun pergi menembus gelapnya malam…..
#kisah ini merupakan kisah konyol belaka dan tidak bermaksud menyinggung atau melukai perasaan seseorang maupun institusi dan apabila ada kesamaan nama dalam kisah ini merupakan suatu kebetulan belaka….udah ah tidur dulu udah ngantuk!!!! #konyolisme